Sabtu, 31 Agustus 2013

Ibu Hamil, Mencetak anak saleh yang cerdas dengan shalat.



Dr. Suharto, SpKO, DPH selama lebih 10 tahun membantu Tim Pendidikan Luar Biasa (Special Education) pada Pusat Kurikulum dan Sarana Pendidikan (Depdikbud), di bawah pimpinan Prof Dr Conny Semiawan. Ia juga pernah selama 9 tahun menjadi Kepala Pusat/Direktur Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas. Doter Suharto juga pernah menerbitkan Buku Usaha Kesehatan Sekolah, yang digunakan di Depdiknas sebagai buku wajib di SD.
Pengalaman lainnya, ia menjadi Wakil Direktur Program Susu Sekolah selama 20 tahun yang membantu pemerintah mendukung Program Pemberian Makanan Tambahan di Sekolah (SD) yang dipimpin Ibu Roosminie Emil Salim. Program ini pada puncaknya pernah menyalurkan bantuan susu siap minum kepada anak-anak SD kurang mampu mencakup lebih dari 1 juta anak seminggu 3 x minum di SD kurang mampu.

Saat ini dokter Suharto melakukan pengobatan Stem Cell untuk anak-anak down syndrome, dengan hasil yang lumayan baik.
Berikut wawancara dengan dokter yang baik dan ramah ini.
Bagaimana, Dok, cara mencetak anak cerdas itu?

Mencetak anak cerdas tidak pernah mudah. Anak dilahirkan dengan POTENSI (kemampuan) yang berbeda yang bersifat bawaan. Ini sering sekali dikaitkan dengan faktor genetik/keturunan. Bila terdapat cacat pada genetiknya maka sering kali berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan selanjutnya. Sebagai contoh, anak dengan kelainan bawaan down syndrome, kemampuannya akan sangat terbatas.
Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah keadaan pertumbuhan selama awal 5 tahun pertama hidup anak tersebut. Di umur itulah perkembangan otaknya akan mengalami penyempurnaan. Gangguan fisik dan kesehatan selama periode tersebut akan berpengaruh besar terhadap perkembangan kecerdasannya. Contohnya, kekurangan zat gizi, sering sakit, sering terkena pukulan pada kepala, keracunan, dan lain-lain.
Ada faktor lain, Dok?
Selain itu, gangguan pada masalah psikologis dan sosial juga memegang peranan penting, seperti lingkungan hidup harian, teman bermain, pendidikan di rumah dan di sekitar rumah, sekolah (bila sudah masuk play group atau kindergarten), perceraian orang tua, kematian salah satu keluarga, dan lain-lain.
Anak pada usia BALITA sering menderita penyakit maka penjagaan sangat menentukan keadaan kesehatannya, misalnya melalui imunisasi, pemberian makan yang baik, menghindari kontak dengan orang-orang yang kena penyakit infeksi, dan mengikuti cara-cara hidup sehat.
Dari segi pendidikan, Dok?
Dari segi pendidikan, perlu dicatat bahwa STIMULASI terhadap perkembangan kecerdasan juga memegang peranan penting seperti bermain, mengikuti program belajar yang sederhana, mengikuti kegiatan inovasi, mendapat contoh-contoh kerja kreatif, mengikuti pendidikan jasmani sebagai sarana belajar aturan, sportivitas dan hidup aktif. Menonton program TV atau film yang salah sering membuat dan menciptakan gangguan dalam perkembangan intelektual anak.

Bagaimana dengan asupan gizi agar anak bisa cerdas?
Pada dasarnya anak harus mendapatkan pengaturan asupan gizi seimbang sesuai tingkat umurnya. Masukan gizi yang lengkap dan cukup sangat penting. Kesulitan yang sering dihadapi adalah jumlah dan ragam masukan gizi yang tak cukup atau tak seimbang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Yang sering terjadi adalah kekurangan protein dan kalori.
Makan bukan hanya aspek asupan gizi, tapi juga mengandung aspek sosial lain, seperti sosialisasi, ketaatan waktu, pergaulan, belajar etika, karenanya orang tua sebaiknya memberi contoh cara dan etika makan yang baik dan benar.

Perkembangan sel-sel otak selama masa pertumbuhan terutama sejak di kandungan dan selama 5 tahun pertama usianya akan tergantung kepada asupan gizi yang baik dan benar. Selain kecukupan jumlah zat gizi, aneka ragam makanan perlu diperhatikan agar anak bisa mendapatkan jumlah/dosis makanan yang memang diperlukan.
Kekurangan salah satu zat, baik karena pasokan maupun karena gangguan pada proses pencernaan, akan menghambat pertumbuhan anak, misalnya pertumbuhan fisik terutama perkembangan otaknya. Pemberian makanan yang cukup dan proporsional dari segi kandungan gizi dan menjaga kesehatan anak merupakan faktor yang sangat penting.
Apa kendala pokok dalam meningkatkan kecerdasan anak?
Ada beberapa kendala pokok dalam meningkatkan kecerdasan anak, antara lain adalah:
a. Hal-hal yang berkaitan dengan pasokan gizi anak.
b. Hal yang berkaitan dengan kesehatan anak.
c. Hal yang berkaitan dengan lingkungan fisik anak, seperti anak yang secara tak sadar keracunan logam berat misal timah hitam (Pb) akan mengalami gangguan pertumbuhan sel-sel otak.
d. Lingkungan psikologis. Anak yang mengalami stres berkepanjangan akan mengalami depresi dan berpengaruh terhadap perkembangan otaknya, misalnya pada keadaan di mana kedua orang tua kurang harmonis dan sering cekcok, keadaan di mana kedua orang tua bercerai, anak yang diasuh oleh orang yang kurang bertanggung jawab, dan lain-lain.
e. Faktor genetik.
Sering seorang anak menderita kelainan genetik, misalnya down syndrome. Kelainan ini menyebabkan gangguan pada perkembangan fisik dan mental anak dan secara lahiriah memiliki kecerdasan yang terbatas.
f. Trauma pada kepala atau akibat kecelakaan akan mengurangi pengoptimalan perkembangan sel-sel otaknya dan berujung pada gangguan kecerdasan.
g. Pendidikan anak, yang merupakan bentuk stimulasi terhadap perkembangan otak. Stimulasi ini juga berkait dengan kesempatan bermain, sosialisasi dan bimbingan dari peer group-nya.

Apa saran Dokter agar orang tua dan guru dapat mencetak anak cerdas?

Banyak konsep yang dikaitkan dengan pengembangan kecerdasan seseorang dan umumnya orang tua akan menekankan peningkatan kemampuan tersebut kepada guru di sekolah. Saya merasa bahwa faktor penting dalam pengembangan kemampuan anak bukan hanya dalam bidang intelektual saja, tapi juga pada banyak kemampuan lain.
Salah kaprah yang terjadi saat ini adalah bahwa perguruan tinggi merupakan sasaran yang dituju banyak orang tua, padahal tidak semua anak mampu dan bisa belajar sampai perguruan tinggi. Kebutuhan tenaga kerja kita pun sebagian besar tidak membutuhkan lulusan perguruan tinggi.
Selain itu, kecerdasan ditentukan oleh faktor genetik. Kecerdasan rata-rata meningkat bila sejak lahir kita mendapatkan populasi yang rata-rata sehat. Karenanya, dilakukan berbagai upaya agar kelainan dapat dideteksi sejak dini melalui:
1.      Konseling perkawinan, premarital councelling dan ini akan dilakukan baik melalui penelaahan genetika maupun melihat silsilah seseorang, atau kita kenal istilah bibit, bebet dan bobot. Pencegahan terhadap timbulnya kelainan bawaan dapat dilakukan sejak dini.
2.      Pengawasan selama kehamilan. Kadang-kadang diperlukan suatu pemeriksaan dengan melihat keadaan janin di kandungan dan melalui Amniocentesis (mengambil cairan ketuban) untuk pemeriksaan keadaan kehamilan. Menjaga asupan gizi ibu selama mengandung, dll.
3.      Menjaga persalinan anak dengan baik. Persalinan normal dan terencana baik akan membantu mendapatkan anak sehat dan berpotensi baik.
4.      Perawatan bayi dan anak.
Dalam menghadapi hal-hal dengan kelainan genetik yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya mungkin penggunaan Stem Cell dapat dipertimbangkan sebab saat ini telah ditemukan cara untuk mengatasi down syndrome dengan penyuntikan Xeno Stem Cell.

Selain itu, Dok?
Kederdasan ditentukan oleh tumbuh kembang anak. Tentu saja selain masalah fisik, tumbuh kembang anak ditentukan juga oleh lingkungan fisik maupun lingkungan psikologis anak.
Berada dalam lingkungan yang menekankan belajar dengan membaca misalnya menyebabkan anak akan mengikuti budaya baca dengan tekun, buku akan menjadi bagian dalam hidup kesehariannya. Belajar kerja harian seperti membersihkan tempat tidur dan kamar mendorong anak untuk belajar mengurus diri sendiri. Belajar mencintai seni menyebabkan anak lebih mempunyai kedalaman rasa dan naluri. Sebaliknya, berada dalam lingkungan yang kejam/hostile mendorong anak untuk juga berperilaku keras.
Tentang pendidikan, apa saran Dokter?
Sering orang melupakan bahwa unsur pendidikan yang penting adalah:
a. Pengembangan intelektual
Dikembangkan cara berpikir logis melalui pendidikan matematik, cara berkomunikasi melalui baca tulis bersamaan dengan itu dilakukan pengembangan keterampilan sosial, berteman, bergaul dengan berbagai tingkat umur, dan belajar menggunakan fasilitas hidup di masyarakat, seperti menyeberang jalan, menggunakan WC/kamar mandi, sikat gigi, dll.
b. Pendidikan fisik (physical education), berisi penyiapan fisik agar anak memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan fisik dalam kehidupan sehari-hari.
Tiga unsur penting dalam pendidikan jasmani adalah belajar gerak, belajar keterampilan gerak, belajar mematuhi aturan (rule of the games), dan belajar sportivitas, mengakui keunggulan sesama.
c. Belajar menghayati kehidupan melalui berbagai pendidikan agama, moralitas, etika yang tidak hanya dilakukan dengan teori, tetapi juga melalui penghayatan dan praktik sehari-hari.

Peningkatan kemampuan intelektual haruslah dilakukan dalam konteks holistik tersebut sehingga terjadi manusia yang lebih utuh dan bisa hidup dalam masyarakat sekarang ini. Stimulasi otak secara terus-menerus menyebabkan terjadinya peningkatan kecerdasan yang bukan dilihat dalam arti sempit, tetapi lebih lengka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar